Polemik Hibah 2Triliun Gerakan Pemuda sumsel nyatakan sikap dukung Kapolda sumsel.

Polemik Hibah 2Triliun Gerakan Pemuda sumsel nyatakan sikap dukung Kapolda sumsel.

Kompasnews.id – beredar ditengah masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Selatan terkait hibah dana 2 Triliun dari keluarga Alm. Akidi Tio yang akan dihibahkan untuk penanggulangan Covid19 di Sumatera Selatan ternyata hanya isapan jempol belaka.

Hal ini dimulai ketika pihak Polda sumatera Selatan hendak melakukan pencairan dana hibah tersebut peda 2 Agustus 2021. Didapat uang dalam bilyet giro itu kurang dari Rp 2 triliun.

Hal ini lantas menimbulkan polemik ditengah masyarakat Indonesia khususnya Sumatera selatan Selatan, sehingga berdampak kepada penurunan integntas Kapolda Sumatera Selatan Bpk Eko Indra Heri yang waktu itu dipercayai oleh keluarga Akidi Tio sebagai penyaluran,alasan penunjukan tersebut karena keluarga Aqidi Tio pernah berhubungan dekat dengan Kapolda Sumatera Selatan ketika beliau masih bertugas di Aceh.

Hal ini menimbulkan berbagai spekukasi ditengah-tengah masyarakat atas kebohongan ataupun kekeliruan dana hibah Rp 2 triliun tersebut. Sehingga GERAKAN PEMUDA SUMSEL (GPS) sepakat untuk melaksanakan Konfrensi Pers sebagian bentuk pernyataan sikap kami terkait polemik hibah dana Rp 2 triliun tersebut yang menyebabkan terjadinya disintegrasi dikalangan masyarakat.

“Kami dari GPS menyatakan pernyataan sikap terkait pomelik ini,” ujar

Adapun pernyataan sikap GPS sebagai berikut:

  1. Bahwa Kapolda sumatera Selatan Irjen Eko Indra Hen sudah meminta maaf kepada seluruh masyarakat indonesia khususnya masyarakat Sumatera Selatan dan juga kepada Kapoln Drs. Listyo Sigit Prabowo atas polemik kiman sumbangan Rp 2 triliun dari luarga Akidi Tio Akibat dari itu bahwa Mabes polri sudah menurunkan tim internal yang terdiri dari Itwasum Mabes Poin dan Pamunal Div Propam Folri guna melakukan pemeriksaan lerhadap Kapolda Sumatera Selatan IRJEN Eko Indra Heri Hal ini merupakan bentuk evaluasi dan langkah cepat Polemik dalam menangari polemik hibah dana Rp 2 Trilun dari keluarga Akidi Tto tersebut. Gerakan atau pihak yang masih fokus menuntut pencopotan Kapolda Sumatera Selatan menurut kami tidak adalah gerakan yang dapat menimbulkan kegaduhan baru ditengah masyarakat.
  2. Kami menegaskan bahwa tidak ada oknum Ataupun pihak yang membuat kotor tanah sriwijaya,karena kejadian itu menurut kami tidak ada sama sekali yang dirugikan baik secara materi maupun unalenel,
  3. Kami berpesan kepada Mahasiswa, Pemuda,umumnya masyarakat agar lebih mencermati terkait isu-isu yang beredar di media sosial agar tidak terjadi kesalahan berpikir (Jagical …..) dalam menanggapi sesuat yang terjadi,
  4. Kami menghimbau kepada masyarakat agar untuk lebih fokus mengawal penangan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah. Sebagai kontrol sosial, kita selaku mayarakat mempunyai peran penting untuk ikut serta mengawasi kinerja pemenntah baik pusat maupun daerah dalam penanganan covid-19 .

Demikianlah pernyataan ini kami buat agar dapat dipahami sebagai bentuk respon kami terhadap hal ini yang kami anggap tdak pertu dibesarkan-besarkan, karena ade hal yang letih priontasm Yang mendorong pemerintah untuk dapat lebih serius menangani pandemi Covid-19 Dan semoga kita selalu dalam kondis sehat walafiat.(KN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *